TAROT adalah…

Hampir semua orang sudah mengenal kartu TAROT, paling tidak sudah pernah mendengar. Tapi sayang, masih begitu banyak orang yang belum memahami bahkan salah persepsi mengenai keberadaan kartu ini. Memang benar, kartu TAROT tidak lebih hanyalah merupakan hasil dari sebuah karya seni dari budaya asalnya di masa lalu. Boleh juga dibilang sebagai satu alat permainan atau alat yang kita mainkan, seperti halnya alat musik, alat dapur dan sebagainya. Semua bergantung pada bidangnya masing-masing. Apakah nantiya alat tersebut akan kita gunakan sebagai salah satu unsur pendukung yang menjadikannya sebagai satu profesi seperti halnya gitaris dengan gitarnya, dokter dengan stetoskopnya atau penulis dengan mesin tik/laptopnya, semua kembali kepada individunya, demikian halnya dengan seorang Tarot Reader/Tarotologist dengan kartu TAROTnya.

Sekarang mari kita samakan persepsi
mengenai “apakah itu kartu TAROT ?”

Tidak ada yang tahu secara pasti mengenai sejarah kartu TAROT. TAROT tertua berasal dari tahun 1470 di Lombardy. Satu setnya 50 kartu, dibagi menjadi lima kelompok masing-masing 10 kartu. Pada permukaannya terukir tema-tema alegori atau mitologi tentang berbagai aspek kehidupan seperti ilmu, seni, planet, dsb.

Dulu kartu permainan terbatas dinikmati kaum berduit mengingat harganya mahal. Maklum, masih buatan tangan dan gambarnyapun hasil dari lukisan. Setelah sistem cetak dengan kayu ditemukan, kartu menjangkau masyarakat ramai. Produksi makin meningkat setelah ditemukan teknik cetak dengan plat tembaga. Ditemukannya proses reproduksi warna dengan teknik litografi di awal 1800-an makin mendorong munculnya kartu-kartu cantik dari Jerman, Italia, dan Prancis.

Tarot terus berevolusi, hingga kini jumlah kartu tarot menjadi 78 lembar, dimana setiap kartunya mempunyai gambar-gambar yang merupakan simbol-simbol kehidupan secara spiritual. Dalam kumpulan kartu ini terbagi menjadi 22 kartu MAJOR ARKANA yang merupakan kartu utama sekaligus simbol daripada siklus kehidupan di alam ini serta 56 kartu yang diebut sebagai MINOR ARKANA yang terbagi lagi menjadi 4 bagian yang merupakan simbol daripada element-element yang ada di bumi ini seperti Api, Udara, tanah, dan air . Semua itu dilambangkan dengan kartu-kartu yang memiliki nama Wands, Swords,Coins/Pentacles, dan Cup. Dimanapun kita menemui kartu TAROT, walau dengan berbagai macam gambar, akan selalu mempunyai artian gambar/simbol yang sama dan bersifat UNIVERSAL. Tidak memandang budaya manapun.

Mengenai fungsi dari KARTU TAROT ini sendiri sebenarnya bukanlah suatu hal yang bersifat mistis. Sebab, kartu ini hanyalah sebuah media/alat seperti halnya sebuah timbangan/termometer yang kita gunakan untuk mengukur keseimbangan dari sisi kejiwaan kita sehingga bisa menjadi lebih mawas diri, mempertimbangkan setiap langkah yang akan kita tempuh dan memutuskan segala sesuatunya dengan bijaksana, dimana kita sebagai makhluk Tuhan yang sudah seharusnya memiliki sifat welas asih terhadap sesama ciptaan-Nya. Untuk menggunakan media/alat ukur ini kita memerlukan adanya sebuah daya intuisi yang diimbangi dengan pengetahuan mendasar di berbagai bidang, baik agama, sosial, budaya serta hal-hal lain yang akan selalu brhubungan dengan kehidupan kita di dunia.

Seorang pengguna/ahli tarot biasanya disebut sebagai TAROT READER/TAROTOLOGIST. Bagi yang professional di bidangnya, mereka tidak kurang/lebih sama seperti seorang konsultan psikolog/konsultan kejiwaan secara tradisional, mengingat cara menyimpulkan satu masalah tidak menggunakan satu alat/questioner melainkan melalui ketajaman intuisi-nya. Melalui pendayagunaan intuisi dan media kartu, seorang TAROT READER/TAROTOLOGIST membacakan kartu-kartu yang ditebar untuk mengetahui sebab-sebab masalah tersebut dan memberikan gambaran-gambaran terhadap apa yang telah, sedang dan akan terjadi berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan kepada klien/si penanya. Akan tetapi yang harus di ingat adalah gambaran-gambaran tersebut lebih bersifat pada sebuah pilihan/saran yang pada akhirnya menunjuk pada mental si penanya yang akan menentukan jalan untuk di pilih.

Salah satu contoh, ketika kita hendak menentukan karier dalam hidup kita, maka KARTU TAROT akan menjelaskan/mengambarkan kondisi mental kita saat ini yang akan berakibat pada karier yang akan kita jalani. Apabila kita menginginkan adanya suatu perubahan, maka yang terlebih dahulu kita harus mempersiapkan mental dan bagaimana dalam melaksanakan perubahan-perubahan itu. Apabila kita yakin/teguh dalam menghadapi perubahan yang ada, maka apabila sebelumnya ada kemungkinan kartu yang muncul adalah kartu waspada atau kartu yang bersifat negatif, itu tidak akan terjadi.

Jadi, hasil akhir yang muncul pada setiap pembacaan KARTU TAROT memang akan selalu berdasar pada sebuah hukum sebab-akibat/konsekuensi. Mengenai keakuratan hasil pembacaan kartu, itu benar-benar bergantung pada kekuatan daya intuisi, ketenangan pikiran dan emosi si pembaca kartu, serta wawasannya yang luas.

Semoga pada akhirnya kita bisa menyikapi tentang keberadaan KARTU TAROT ini dan tidak menyalah gunakannya, akan tetapi menjadi satu nilai tambah bagi pengetahuan kita sekaligus menjadi satu wujud untuk saling menghargai terhadap sebuah karya cipta seni dan budaya dunia yang mempunyai nilai positif dan layak untuk dilestarikan bahkan dikembangkan.